Ditumbalkan Itu Menyakitkan

Beberapa hari terakhir bersliweran informasi dan screenshot dari apa yang diyakini sebagai pembahasan kenaikan tunjangan PNS di lingkungan Kementerian Keuangan selain DJP. Setelah sebelumnya mencoba mencari celah melalui Tunjangan/Biaya Mobilitas, kali ini adalah dengan memanfaatkan pengali Tunjangan Kinerja (Tukin). Angkanya cukup fantastis, dengan opsi kenaikan terkecil adalah 400% dengan nilai sekarang. Alhamdulillah apabila ‘saudara sepupu’ di organisasi Kemenkeu ini turut merasakan perbaikan remunerasi.

Opsi Kenaikan Tukin

Opsi Kenaikan Tukin

Namun yang disayangkan, beredar pula screenshot pesan yang berisi “biarkan yang terblow up DJP saja”. Pesan ini ditengarai disebarkan agar proses pembahasan kenaikan Tukin tidak terganggu seperti pengalaman pembahasan Tunjangan Mobilitas sebelumnya yang terungkap ke publik. Dahulu DJP dicibir dan dihujat atas kenaikan Tukin (yang realisasinya jauh panggang dari api), namun ternyata mereka yang mencibir diam-diam berusaha menaikkan pula, plus menumbalkan DJP sebagai tamengnya. Shame on you!

Screenshot messsage

Screenshot messsage

Jadi makin kuat feeling bahwa DJP di Kemenkeu ini dijadikan ‘sapi perah’ dan ‘kambing hitam’ saja, bahkan kadang menjadi ‘kelinci percobaan’ kebijakan yang aneh-aneh. Kenaikan Tukin diharapkan sebanding dengan kenaikan target. Bila ternyata DJP masih menjadi kambing hitam atas kegagalan Kemenkeu mengelola perencanaan fiskal, maka jangan harap kami akan berdiam diri. Pajak Sosial Media Team (PAKSOMET) akan beraksi. Let them know this:

Taunt us, and you will regret.

Dare us, and you will fail.  

We do not forgive.

We do not forget.

Expect us!

Makassar Day 6: Coming Home

Habis packing, sudah mandi, tinggal berangkat ke bandara. Walau penerbangan masih dijadwalkan pukul 14.00 WITA, tapi berhubung teman sekamar (Mas Tresno kanwil) berangkat pula siang ini (dan ternyata asrama mau dipakai untuk diklat berikutnya), akhirnya berangkat ke bandara insyaAllah pukul 10.00 WITA nanti. O iya, part kedua dan selanjutnya dari CodeIgniter akan ditulis tersendiri nanti ya, selama menanti pesawat di bandara. Moga-moga aja bisa dapat colokan listrik, soalnya laptop kantor ini baterainya sudah soak semua. 🙂 Aplikasi yang kemarin sementara disebut MORISA  juga sudah punya official codename, which is “PRAKARSA”, akronim dari Pengawasan Rencana Kerja Pemeriksa. Taglinenya adalah “Cermat, Tepat, Hebat: cermat prosesnya, tepat waktunya, hebatnya pemeriksa”. Ini tinggal logonya aja yang belum didesain. 😀

By the way, seminggu di Makassar (previoudly known as Ujung Pandang), belum pernah sekalipun keluar dari kompleks Gedung Keuangan Negara (GKN) ini. Bukan karena tidak tertarik untuk keluar, tapi kondisi keuangan dan adanya keinginan untuk menyelesaikan PRAKARSA lebih cepat overshadowed keinginan untuk jalan-jalan. Yang sebelumnya pengen banget nonton FF7 saja tiba-tiba menguap saat Sublime Text 3 dan Laragon terbuka. 🙂 Lain kali insyaAllah akan ke Makassar lagi dengan anak dan istri dengan one solely purpose: vacation!

Weits, ternyata mas Tresno kehilangan berkas SPPD beliau. Mau bantu cari itu dulu, semoga nanti ketemu.