Makassar Day 3: Olahraga

Bangun mruput pengen nonton bola Liga Champion antara Atletico Madrid vs Real Madrid (skor akhirnya 0 – 0), eh udah menit 60-an ternyata. Ahahaha. Bikin teh hangat sebentar, sambil merasakan badan yang jauh lebih segar daripada hari-hari sebelumnya. Olahraga ringan semalam bikin badan lebih enteng, pikiran lebih segar waktu bangun pagi. Kebetulan kemarin ada kawan diklat yang ngajakin buat olahraga, awalnya cuman badminton aja. Ternyata sesampainya di aula tempat olahraga, ada meja pingpong pula. Yasudah, akhirnya selesai 2 set badminton dilanjutkan dengan 7 set pingpong. Wkwkwkwk

Yes, i’m jack of all trades sports. Kecil deket dengan lapangan voli dan badminton membuatku mengenal lebih awal kedua olahraga itu. Catur mendapatkan tempat spesial di masa kecil berkat bimbingan dari tetangga. Sepakbola menjadi hobi semenjak treble winner nya Machester United. Tae Kwon Do sempat mengenyam sedikit pas SMP. Sedangkan basket dan pingpong aku kenal saat menginjak bangku SMA. Futsal menjadi olahraga yang populer saat aku di STAN. Tinggal olahraga populer semacam tennis yang belum sempat aku cicipin selama ini.

Waktu kecil aku sakit-sakitan, karena memang kondisi fisik yang lemah, sering sakit kalau kecapaian. Kecapaian adalah hasil dari tidak seimbangnya aktivitas dengan tingkat energi yang dimiliki tubuh. Karena tidak mungkin mengurangi tingkat aktivitas, maka aku memacu diri untuk meningkatkan level energi yang bisa disuplai oleh tubuhku. Jadilah olahraga sebagai caraku memperkuat kondisi fisik. Tapi dari semua oleharaga yang pernah aku rasakan itu, yang paling aku nikmati adalah bola voli  because too many good memories about it. Memori masa kecil yang nonton dari pinggir lapangan dengan malu-malu (dan senang banget kalau bisa ngambilin bola buat yang main voli), sampai memori jaman kuliah ketika pertandingan antar spesialisasi (khususnya pas Pajak vs Akuntansi). Sayang sekarang udah gak sempat nonton Proliga secara langsung lagi. Huhuhuhu.

The point is, sports will improve your quality, not only your body. So lets start our morning with exercise regulary folks….!!!

Makassar Day 2: Cramp

Yep, hari kedua di Makassar dibangunkan dengan alarm kram kaki kanan dibelakang lutut. Itu sinyal tubuh klo lagi desperately butuh istirahat. Untung sempat inget buat bawa counterp**n buat jaga-jaga. ahahaha.

Setelah setengah harian kemarin di depan komputer (dan beberapa hari kedepan juga sih), pagi ini akhirnya bisa berolahraga. Sajian menu olahraga khas BDK dimana-mana: SENAM. kagok juga sih badan 76kg ini diajakin gerak-gerak gemulai gitu, tapi habis itu badan seger, dan kram jadi berkurang rasanya.

Okay, agenda habis ini adalah mandi trus sapa tau bisa telepon ke rumah buat dengerin suara dinda cinta dan dedek asma shalihah sebelum mulai diklat jam 8 entar. Cayyo aaaannndddd Fighting!!!

PS: It’s been a while since i wrote anything, bear with my article’s shortyness and cheesyness. Wkwkwkwk

When I’m Forty (part 1)

Prologue :
It’s been a while since my last post here. Kali ini, posting mengenai bagaimana aku memproyeksikan diriku saat aku berumur empat puluh tahun kelak. You should try this, it’s a good thing to have some guidelines of your own life. Post ini pertama kali dipublish di blog FS ku (yang kini tak pernah terurus lagi) sekitar awal tahun 2006 dan tidak ada pengeditan kembali saat di-republish di notes ini. Hope u can enjoy it!
^^

……….::::::::::|||||~~|||||::::::::::……….
Hari ini, tanggal 4 februari 2026, ulang tahunku yang ke-40. Aku dan istriku merayakan di rumahku di Kaliurang bersama Ibu, Ayah, dan kerabat-kerabat terdekat. Rumah yang berdiri sejak 15 tahun lalu itu masih tampak sangat kokoh dan baru, dikelilingi rerimbunan pohon yang aku tanam sendiri sejak rumah itu selesai dibangun. Rumah ini adalah hasil jerih payahku di bidang IT dan seluler yang telah aku rintis semenjak masih kuliah di STAN. Karena tidak mungkin bila aku hanya mengandalkan gajiku sebagai Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan untuk membangun rumah senyaman ini. Ukurannya luas, cukup untuk menampung beberapa orang, yang memang aku cadangkan bila ada kerabat atau partner bisnis yang datang berkunjung, dengan taman disekeliling rumah, pohon buah-buahan (karena memang aku sangat menyukai buah-buahan), sebuah gazebo di tengan taman, tempat aku bersantai bersama anak dan istriku.

Aku juga memiliki 2 buah rumah lagi, satu di Gedangan, Sentolo, di tanah milik ayahku, dan di Kota jogjakarta sendiri. Rumah yang di sentolo aku khususkan untuk menampung mereka yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal namun keadaan finansial mereka tidak memungkinkan untuk mendapatkannya. Dan itu gratis, karena aku pernah mengalami masa-masa sulit dimana tidak memiliki rumah, dan harus menumpang di rumah teman bapak dan ibuku. Aku yakin, bahwa di setiap rupiah rezeqi yang kita dapatkan, disana ada rezeqi orang lain. Kita diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menyampaikan kepada mereka. Ya memang rumah ini tak begitu megah, tapi insya Allah pantas untuk dihuni. Sejak berdiri 10 tahun yang lalu, rumah ini telah dihuni olah 4 keluarga, dan alhamdulillah sekarang keadaan mereka yang lebih baik. Dan bahkan keluarga pertama yang menempati rumah itu kini telah membangun 2 rumah, satu untuk ditempati sendiri, dan satunya lagi dikhususkan untuk membantu mereka yang kekurangan, seperti rumahku itu. Mereka juga ingin membantu orang lain, karena meraka dulu juga pernah mendapatkan hal yang sama. Subhanallah, semoga hal ini mampu merangsang orang lain utnuk berbuat hal yang sama atau bahkan lebih baik.

Sedang rumahku yang di jogja, berfungsi sebagai rumah singgahku bila aku sedang ada keperluan agak lama di jogja. Selain itu, tempat itu juga aku gunakan sebagai tempat kost mahasiswa, tapi untuk mereka yang lemah secara finansial. Harganya sangat murah bila dibandingkan tempat lain, bahkan aku gratiskan bila benar-benar tidak mampu membayar. Ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk ngekost di tempatku, hal ini untuk menjaga agar fasilitas ini diterima oleh mereka yang benar-benar berhak mendapatkannya.

Anak-anakku kini telah beranjak dewasa, si sulung yang kini telah berusia 13 tahun dan si bungsu yang berselisih 3 tahun dari kakaknya. Ya kadang memang mereka bertengkar, tapi aku dan istriku akan dengan mudah mendamaikan mereka. Kami dekat dengan anak-anak, karena kami menempatkan diri sebagai sahabat sekaligus orang tua bagi mereka, bukan sebagai pengawas. Aku sendiri sejak sma dikenal sebagai orang yang enak diajak curhat, berkeluh kesah (walau sebenarnya yang lebih pantas dikeluhkesahi adalah Allah swt. :>) dan (bila diperlukan) memberikan solusi. Dan istriku adalah figur seorang ibu yang mampu menenangkan dan memenangkan hati anak-anak (termasuk suaminya, heheheh), wanita yang sabar, agamanya juga baik, memakai jilbab, dan kacamata minus yang selalu setia ada di sana menambah pesona istriku. Walau kami telah menikah hampir 15 tahun, tapi rasanya masih seperti masa-masa pacaran saja. Orang-orang yang belum mengenal kami sering mengira bahwa kami ini pengantin baru saja. Ya memang aku akui kami masih tampak muda di usia kami yang sudah kepala empat ini. Aku masih aktif berolahraga, bahkan 5 tahun terakhir ini aku mengasuh klub bola voli di jogja untuk menampung anak-anak muda yang tertarik. Memang dari masa-masa SMA dulu aku senang bermain voli, bukan karena aku tak bisa olahraga lain, namun ada sesuatu di voli yang membuatku addicted. Sekarangpun masih rutin paling tidak satu minggu sekali aku bermain voli bersama rekan-rekan kantorku. Akulah yang menyebabkan rekan-rekan kantorku jadi gemar voli juga. Bahkan di kanwil kami, ada turnamen bola voli antar KPP setiap tahun, dan biasanya pemenangnya adalah KPP-ku.hehehehe.

Seperti disebutkan diatas, aku bekerja di Departemen Keuangan selepas lulus dari Prodip III Perpajakan STAN. Kuliah disana tiga tahun memberikanku berbagai pengalaman, dari yang menyenangkan sampai menyakitkan, memberikanku kesempatan bertemu berbagai orang, yang ternyata pada akhirnya mempengaruhi jalan hidupku. Seusai lulus dari STAN, aku juga mengambil program sarjana di Fakultas Teknologi Informasi di sebuah perguruan tinggi. Buatku, kuliah lagi bukan semata-mata untuk mengejar jenjang karir atau kenaikan pangkat, namun lebih untuk menjaga kualitas diri,idealisme, pola pikir, semangat, wawasan kita. Banyak hal yang kita jarang kita temukan dan rasakan bila telah bekerja, hal-hal yang ada pada masa-masa kuliah.

(to be continued….)

Segores Tulisan tentang Penempatan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

Pertama-tama, ijinkan saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan semua atas keluarnya SK penempatan kita. Ada yang merasa puas dengan hasil ini, ada pula yang kecewa dan sedih dengannya. Itu wajar. Namun, jangan jadikan kekecewaan anda menjadi pengikat diri anda untuk melangkah maju. Jangan jadikan sedih anda sebagai penambat kaki untuk melangkah. Yakinlah, bersama kesukaran, selalu datang kemudahan. Bersama kesukaran, selalu datang kemudahan.

Saya kutipkan sepenggal kata-kata dari Bapak Mario Teguh:

Janganlah dengarkan keluhan mereka yang sedang mengasihani diri dengan menyalahkan alam ini karena keberuntungan mereka yang sedang buruk atau mereka yang sombong dan membanggakan kehebatan diri karena kehidupan mereka sekarang sedang kelihatan baik.
Beranikanlah diri anda untuk melakukan yang dapat anda lakukan. Dan
yakinilah bahwa keajaiban mudah datang kepada anda bila anda berani.

MT – Fate – Never Wait for Fate Initiate !

Buatlah diri anda menjadi pribadi yang besar, memiliki kemampuan yang bisa dibanggakan. Dan tidak harus di semua bidang. Tempalah diri anda pada bidang yang anda diberikan kelebihan

Bila ia bertahan di sisi kiri, maka sisi kanannya lemah. Bila ia bertahan di sisi kanan, sisi kirinya lemah. Bila ia bertahan dimana-mana, maka dimana-mana dia lemah.Serang dimana musuh tidak bisa bertahan, dan bertahanlah di mana musuh tidak bisa menyerang.

(Sun Tzu – Art of War)


Kenalilah diri anda, amati kekuatan anda, dan maksimalkan! Jadikan anda sebagai yang kandidat yang terbaik di bidang anda. Untuk lebih memotivasi anda dan saya untuk lebih maju, saya kutipkan kembali kata-kata Bapak Mario Teguh:

Maka saya akan mengenali semua potensi kecemerlangan diri saya
dengan mengamati kecemerlangan pada diri orang lain yang belum saya
miliki dan dengan bersungguh-sungguh – meskipun tidak secepat kilat –
saya akan mencemerlangkan diri saya.


MT – That’s Not Me


Sabar….sabar….sabar…..

Satu lagi pesan saya untuk rekan-rekan sekalian: SABAR. Bersabarlah duhai teman seperjuanganku. Kesabaran adalah buah dari kebijaksanaan. Ada penghargaan bagi mereka yang mampu menyediakan hatinya untuk bersabar.

Good Things Come To Those Who Wait,But Not To Those Who Wait Too Late

Hal-hal baik datang kepada yang menunggu, tetapi tidak kepada yang menunggu terlalu lama.

Segala sesuatu membutuhkan kesabaran.
Setiap tindakan – pasti membutuhkan sepenggal waktu tenggang antara pelaksanaan dan hasilnya.
Sikap yang diperlukan untuk berlaku tenang dalam tenggang waktu itu adalah kekuatan yang biasanya disebut sebagai kesabaran.
Itu sebabnya setiap tindakan membutuhkan kesabaran untuk sampai pada saat di mana hasil itu tercapai

Tetapi

Pribadi super yang terbiasa dengan pemikiran yang terfokus dan tertantang untuk menghasilkan solusi, akan mengembangkan kemampuan memperpendek waktu penantian antara yang dikerjakan dengan saat hasil itu terjadi.

Dan karena dia mengelola kesinambungan dari kesungguhannya dalam bekerja, dia mencapai hasil-hasil yang baik dalam usia yang lebih muda daripada rekan-rekannya.

Dan bila dia sama tidak-sabaran-nya dengan semua rekan-nya, dia mampu tampil lebih sabar – karena waktu penantiannya selalu lebih pendek.

(MT – Measured Patience)

Semoga segores tulisan ini mampu menyemangati rekan-rekan yang belum mampu melihat sisi positif dari peristiwa hari ini.
Terima kasih, dan Salam Super……..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu


Dimas Iwandanu
060116351
Kantor Pelayanan Pajak Raba Bima

Penempatan (kali ini punyaQ)

Alhamdulillah, akhirna keluar juga penempatan buat aku dan temen2 seangkatan. Aku dapet di KPP Raba Bima, NTT. Better than my expectation, (FYI, rangkingku 151 dari 170 sekian mahasiswa, ekspektasi:Papua, qeqeqeqeqe). Sekarang banyak yang perlu dipersiapkan:

  • Kapan berangkat?
  • Naik apa?
  • Ada jaringan broadband internet gag ya?
  • Pake ISP apa yah?
  • Bawa apa aja?
  • Waktu luang maw diisi ngapain ya?
  • Fulanahnya berkenan g y?
  • dll

Disini (kanwil jaksel) tempat yang terlalu nyaman buatku, sesuai dengan skill ku sekarang, tapi gag menuntut aku untuk berkembang. Semoga aku selalu ingat bahwa:
IMPROVE OR DIE!!!

Buat SK nya aku attach di bawah

Umm, ga enaknya tu orang-orang disekitarku melihat itu kaya musibah. Aku gak pengen dikasihani karena sesuatu yang aku anggap anugerah.
Alhamdulillah uda ada namaku di SK ntu….
Alhamdulillah uda diberikan kemudahan selama magang……
Alhamdulillah masih bisa menikmati udara bebas…..
Alhamdulillah sudah jelas statusnya……
Alhamdulillha uda bisa mandiri…..
So, apa yang mau diratapi?

This is just a common event, CPNS ditempatkan, neither a doom nor a disaster…..
So, stop pitying on me!!